
TribunMakayoa – Orimakurunga, Halmahera Selatan – Kepala Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Rusdi Hi Sidik kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan berpihak pada pelayanan dasar masyarakat. Pada Rabu (30/07/2025), ia secara langsung menyerahkan bantuan berupa dana operasional untuk keperluan listrik dan air bersih kepada pengelola Puskesmas Pembantu (Pustu) dan dua masjid desa.
Bertempat di Kantor Desa Orimakurunga, penyerahan dana dilakukan secara simbolis kepada perwakilan tenaga medis dan pengurus masjid. Bantuan yang diberikan meliputi biaya pulsa lampu untuk Pustu, pembayaran meteran air Pustu, serta dua unit meteran air untuk masjid yang ada di desa tersebut.
Dalam keterangannya, Rusdi Hi Sidik menegaskan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari kebijakan desa dalam mendukung fasilitas kesehatan dan rumah ibadah agar tetap dapat berfungsi maksimal tanpa hambatan teknis seperti ketiadaan listrik dan air bersih.
> “Kami ingin memastikan pelayanan kesehatan di Pustu dan kegiatan ibadah di masjid tidak terganggu. Karena itu, desa hadir untuk menjawab kebutuhan dasar ini dengan tindakan nyata,” ujar Rusdi saat menyerahkan dana secara langsung.
Penyerahan dana ini juga disaksikan oleh aparat desa serta warga yang turut hadir. Tampak pula staf Pustu dan para pengurus masjid menerima bantuan tersebut dengan rasa syukur dan mengapresiasi langkah kepala desa yang dinilai sangat peduli pada kelangsungan pelayanan publik di desa Orimakurunga.
Perangkat desa menyampaikan bahwa ke depan, penggunaan dana akan dicatat secara transparan dan dilaporkan kepada masyarakat sesuai prinsip akuntabilitas. Upaya ini juga menjadi contoh positif bagaimana anggaran desa dapat digunakan secara tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan langkah ini, Kepala Desa Orimakurunga diharapkan dapat terus menjadi pelopor tata kelola desa yang partisipatif dan akuntabel, di tengah tantangan keterbatasan anggaran dan kompleksitas kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan seperti Kayoa Selatan.